SEKILAS INFO
  • 3 detik yang lalu / Untuk menambahkan running text silahkan ke Dashboard > Sekilas Info
WAKTU :

BISAKAH KABUPATEN JEMBER BERHASIL MENANGGULANGI BANJIR?

Terbit 29 January 2021 | Oleh : admin | Kategori : Berita

Seperti yang kita ketahui bahwa bulan Januari 2021 musibah banjir melanda Kabupaten Jember, tepatnya pada enam Kecamatan yakni yang pertama, Kecamatan Bangsalsari tepatnya daerah Tugusari pada Rabu, 13 Januari 2021. Selanjutnya pada hari Kamis, 14 Januari 2021 banjir juga merendam lima daerah Kecamatan lainnya yaitu Tanggul, Tempurejo, Gumukmas, Puger dan Ambulu.

Banjir merupakan bencana yang sering kali mengancam masyarakat di berbagai daerah di Indonesia khususnya Kota Jember. Apalagi saat-saat musim hujan tiba, derasnya debit air yang mengguyur wilayah pedesaan maupun perkotaan dapat menyebabkan genangan air yang rendah bahkan tinggi, sehingga dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan secara fisik pada lingkungan.

Banjir dapat terjadi karena curah hujan yang sedang tinggi-tingginya, lahan gundul, wilayah yang berada pada dataran rendah, air sungai yang meluap, hingga yang tak awam yaitu akibat pembuangan sampah tidak pada tempat semestinya.

Diketahui bahwa banjir sering merendam beberapa Daerah/Kecamatan di atas pada tahun-tahun sebelumnya. Maka jelas timbul pertanyaan, apakah tidak ada penanggulangan yang serius dari pemerintah daerah untuk peristiwa ini ? Jika ada, idealkah penanggulangan yang telah dilakukan ? Relevankah dengan kondisi alam di beberapa daerah tersebut ?

Diketahui selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, Daerah/Kecamatan yang seringkali terdampak bencana banjir tersebut terletak pada dataran rendah. Namun yang menjadi penyebab utama daerah pertama terendam banjir, yaitu meluapnya aliran sungai yang berada disekitar desa Tugusari. Keadaan sungai di daerah Jember mayoritas mengalami pendangkalan sungai yang disertai banyaknya sampah bertebaran, sehingga sangat berpotensi terkena bencana banjir.

 Kondisi banjir akan semakin parah dan terus-menerus terjadi jika sistem peresapan air serta penyebab nya tidak segera tertanggulangi. Air genangan banjir akan semakin tinggi ketika sungai yang dangkal ataupun selokan tersumbat oleh berbagai macam sampah, sehingga tak heran bila air genangan hujan akan meluap bahkan meluas.

Hal yang sangat relevan dan harusnya dilakukan paling awal yaitu pengerukan dasar sungai. Mengeruk lumpur yang mengendap di dasaran sungai maupun waduk. Sistem ini merupaka sistem rutin yang dilakukan di Jakarta guna mencegah adanya banjir seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Jelas hal ini mendapatkan respon positif dari masyarakat karena sangat relevan untuk mencegah terjadinya banjir kembali.

Sistem ini dilakukan menggunakan alat besar seperti eksvakator. Pengerukan ini berguna untuk menampung debit air yang berlebihan saat musim hujan tiba, tidak hanya dilakukan pada sungai ataupun waduk, saluran air pun ikut dikeruk.

Hal lain yang bisa dilakukan sebagai penanggulangan bencana banjir, yaitu dibangunnya rutinitas atau gerakan pembersihan sungai dan lingkungan setiap minggunya. Sampah yang bertebaran di sekitaran sungai dapat diambil dan dibuang pada tempat yang semestinya. Dengan hal ini bisa menjadikan acuan para pemuda/i sekitar untuk membentuk komunitas bersih lingkungan, sehingga mereka memiliki kegiatan positif apalagi pada suasana pandemi seperti ini.

Jika ditinjau dari segi alam, segala yang terjadi di alam semesta merupakan kehendak Sang Khalik, namun sudah sepatutnya kita sebagai manusia berusaha dan ikhtiar untuk hal-hal baik, salah satunya berusaha melakukan yang terbaik untuk meminimalisir bencana banjir pada tahun berikutnya.

Oleh: Imaniar Isfaraini
UIN Kh. Achmad Siddiq Jember
Aktivis Remaja Masjid Al Baitul Amien Jember

SebelumnyaPENDIDIKAN KELUARGA DI ERA PANDEMI SesudahnyaKOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KETUA REMAJA MASJID AL-BAITUL AMIEN JEMBER

Berita Lainnya

0 Komentar